Desa Tumpangkrasak
PROFIL DESA TUMPANGKRASAK
Sejarah Desa
Konon Desa Tumpangkrasak sudah ada sejak
jaman dulu semasa
para Wali Sanga, namun tidak ada
bukti tertulis.
Berdasarkan cerita dari para sesepuh, ada pendahulu sebagai cikal bakal desa,
seseorang yang bernama Mbah Djaja Wirja
(Djaya = jaya, menang; dan Wirja = wirya, bahasa Kawi = liat, kuat atau orang yang mempunyai kelebihan), beradu
ilmu dengan anaknya Sunan Muria (bisa jadi anak itu muridnya). Ketika itu, Mbah Djaja Wirja (atau dalam cerita
lain, disebut Dalang Sopo Nyono)
sedang aso (istirahat) sambil dolanan
bothekan (dakonan) itu ditanyai oleh
anaknya Sunan Muria, namun sampai seperti adu mulut, maka terjadilah duel yang sangat dahsyat dan
mengakibatkan dolanan bothekan
tersebut temumpang (asal kata
Tumpang) di pohon, karena kesaktian kedua tokoh tersebut sampai mengakibatkan
angin kencang, sehingga dolanan bothekan
tersebut jatuh kemrasak (asal kata Krasak)
sampai ke wetan kali. Tempat tersebut
ditandai dengan petilasan Punden Mbah
Djowiryo Mukso (muksa artinya
musnah, hilang) letaknya dekat Jalan Raya Kudus – Pati utara jalan, masuk
wilayah RT 03 RW 02 sekarang sebelah utara jalan ikut Dusun Badongan. Mungkin
karena Mbah Djaja Wirja sering diasumsikan
dengan Dalang Sopo Nyono, maka
sampai sekarang orang dari Pati (termasuk Desa Hadipolo sampai Desa Terban)
kalau mempunyai hajat sering manganan (selamatan) di Punden Mbah
Djowiryo Mukso. Demikian sekelumit penuturan sejarah asal-usul nama Desa
Tumpangkrasak.
Selain
itu, ada beberapa petilasan para pendahulu desa lainnya, seperti makam : Mbah Gledheg di RT
03 RW 04 Dusun Krajan, Mbah Djajengrana
(Jayengrono) Dusun Krajan di sebelah barat Masjid Baitul Muqoddas dan Mbah Surgipati di Makam Desa Dusun
Krasak. Dengan demikian Desa Tumpangkrasak mempunyai 4 (empat) pepundhen yang sangat dihormati sebagai
leluhur para pendahulu dan selalu diperingati dengan buka luwur atau haul
setiap tahun pada bulan Suro/Muharram.
Menurut penuturan sesepuh, sebelum ada
pemerintahan di Desa Tumpangkrasak, mula-mula desa dipimpin oleh seorang
panepuluh (danyang) yaitu, Siti
Djuwariyah keturunan orang sabrang
yang membuka dusun Tumpang, sehingga
beranak-pinak dan kepemimpinannya secara turun-temurun sampai yang terakhir pemimpinnya bernama
Siti Kotidjah. Pada jaman Hindia
Belanda, pengaturan
dusun Tumpang digabungkan dengan dusun
Krasak – setelah dipecah 3 bagian
dusun, 1 bagian ikut Desa Dersalam Kec. Bae menjadi dusun Salam Kidul dan yang
1 bagian lagi ikut Desa Ngembal Kulon menjadi dusun Krasak juga – dari gabungan
2 dusun tersebut ditambah dusun Badongan, sehingga menjadi Desa
Tumpangkrasak yang dipimpin oleh Petinggi
(Kepala Desa) bernama R. Karto Widjojo
adik dari Siti Kotidjah.
Adapun
pusat pemerintah desa yang dahulu biasanya berada di
rumah Petinggi (Kepala Desa) dulu ada
pendhapa/paseban-nya seperti kediaman :
R. Karto Widjojo, R. Kasno Widjojo, R. Soedjarwo, dan Karmani Rijanto, kini
sudah tidak ada semua. Sejak tahun 1974 berdirilah kantor Kepala Desa sekaligus
Balai Desa di Jalan Desa Tumpangkrasak No. 230 pada kepemimpian Bapak Karmani
Rijanto kemudian direhab total pada masa Kepala Desa Masri Sutrisno dan pembangunan dilanjutkan
oleh Kepala Desa Bambang Gunarjo dan masih terus disempurnakan lagi sehingga
menjadi bangunan bersejarah bagi Desa Tumpangkrasak.
Apabila diurutkan kepemimpinan di
Desa Tumpangkrasak dahulu sampai sekarang ada estafet kepemimpinan, istilahnya
mendapatkan wahyu atau pulung para leluhur. Boleh jadi para petinggi ini masih ada hubungan keturunan ataupun kekerabatan. Berikut
ini nama-nama kepala pemerintahan/Petinggi/Kepala Desa
Tumpangkrasak :
1.
R.
Karto Widjojo (jaman Hindia Belanda);
2.
R.
Kasno Widjojo (jaman Hindia Belanda);
3.
R.
Soedjarwo (jaman Hindia Belanda sampai pendudukan Jepang);
4.
Karmani
Rijanto (1945 – 1987);
5.
Masri
Sutrisno (1988 – 2006);
6.
Bambang
Gunarjo (2007 – 2019).
7. Sarjoko Saputro (17 Desember 2019-sekarang)
2.2. Kondisi
Geografis
Desa Tumpangkrasak,
Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah merupakan satu
dari 14 desa di Kecamatan Jati yang mempunyai jarak 6 km dari Kecamatan
Jati dan 1 km dari kota Kabupaten. Secara geografis Desa Tumangkrasak sendiri
terletak di perbatasan dengan :
Sebelah Utara : Desa Pedawang dan
Desa Dersalam Kec. Bae;
Sebelah Timur : Desa Dersalam Kec.
Bae dan Desa Ngembal Kulon Kec. Jati;
Sebelah Selatan : Desa Megawon Kec.
Jati dan Kel. Mlatinorowito Kec. Kota.
Sebelah Barat : Desa Rendeng dan Kel.
Mlatinorowito Kec. Kota.
Secara topografis Desa
Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus terdiri atas dataran rendah.
Dengan ketinggian ± 31 m diatas permukaan air laut. Sesuai
dengan letak geografis, dipengaruhi iklim daerah tropis yang dipengaruhi oleh
angin muson dengan 2 musim, yaitu musim kemarau pada bulan April – September
dan musim penghujan antara bulan Oktober – Maret.
Desa Tumpangkrasak
dalam suatu sistem
hidrologi, merupakan kawasan yang berada pada dataran rendah. Kondisi ini yang
menyebabkan rawan terhadap bencana alam banjir pada musim penghujan.
Pola tata guna lahan terdiri dari Perumahan,
Tegalan/Kebon, sawah dan penggunaan lainnya
dengan sebaran perumahan sebesar 51,39
%,
tegalan/kebon
sebesar 0,57 %, sawah sebesar 41,38 %, dan penggunaan lainnya yang meliputi jalan,
sungai dan tanah kosong sebesar 6,66 %
2.3. Keadaan
Sosial
Peta Sosial dibuat oleh masyarakat karena
masyarakatlah yang banyak mengetahui kondisi dimasing-masing daerahnya. Sehingga dalam
peta sekaligus disepakati tanda-tanda agenda untuk peta sosial, misalnya
tentang tanda/ simbol batas dusun atau desa, tanda jalan, perumahan, pertanian,
ladang, tempat industri, kelompok-kelom pengrajin, letak potensi desa dan lain
sebagainya. Masyarakat perlu menyepakati bila rumah masyarakat Sangat Miskin diberi simbol misal ½ lingkaran bawah diberi garis dua, Miskin diberi simbol ½ lingkaran bawah diberi garis satu, Hampir Miskin diberi simbol ½ lingkaran, Masyarakat Menengah
diberi simbol segitiga, dan untuk Masyarakat
Kaya diberi simbol bintang. Peta sosial ini memudahkan setiap
orang/masyarakat sebagai media untuk melihat kondisi dan menganalisis kebutuhan
dari masing-masing dusun/ kelompok masyarakat.
2.4. Kondisi Pemerintahan Desa
Desa Tumpangkrasak
terdiri dari 3 (tiga) Dusun, 7 (tujuh) RW dan 26 (dua puluh enam) RT, dengan
potensi aparatnya terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Desa (Kades), 1 (satu)
orang Sekretaris Desa (Sekdes), 5 (lima) orang Kepala Urusan (Kaur), 3 (tiga) orang
Kepala Dusun (Kadus), 1 (satu) orang Pembantu Kepala Urusan (Pembantu Kaur) dan
1 (satu) Pelaksana Teknis Lapangan (Ladu), mempunyai jumlah penduduk 6.321 orang yang terdiri dari 3.058 orang laki-laki dan 3.263 orang perempuan, dan dengan jumlah Rumah Tangga Miskin
(RTM) berjumlah 176 RTM.
Berkaitan dengan proses fasilitasi
pembuatan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tumpangkrasak
merupakan kebutuhan yang mendesak terutama proses pengambilan keputusan yang
dilakukan secara partisipatit dan demokratis. Sehingga dokumen RPJM-Desa
tersebut mendapat dukungan dan legalitas dari semua unsur masyarakat.
Bagan kelembagaan adalah suatu gambaran keadaaan peranan/manfaat
lembaga-lembaga di desa bagi masyarakat.
Sebagai alat untuk menggali masalah-masalah yang berhubungan dengan
peranan/manfaat lembaga-lembaga di desa bagi masyarakat dan potensi yang tersedia untuk mengatasi
masalah. Hasil kajian kalender musim adalah masyarakat dapat merumuskan masalah
dan potensi yang dimiliki desa
2.5. Kondisi
Perekonomian Desa
Desa Tumpangkrasak
sebagai salah satu desa di wilayah Kecamatan Jati dimana Kecamatan Jati
merupakan sentra industri bagi Kabupaten Kudus, maka mata pencaharian warga
masyarakat adalah mayoritas sebagai petani. Dengan demikian bidang
pertanian
merupakan prioritas utama dalam pengembangan perekonomian masyarakat desa.
Adapun mata pencaharian masyarakat Desa Tumpangkrasak
secara rinci sebagai berikut :
No
|
Jenis Pekerjaan
|
Jumlah Orang
|
||
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
|
Petani
Buruh
Tani
Nelayan
Pengusaha
Buruh
Industri
Buruh
Bangunan
Pedagang
Pengangkutan
Pegawai
Negeri ( PNS, TNI, POLRI )
Pensiunan
Lain-lain
|
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
|
68
41
0
143
952
638
226
3
247
117
3.796
|
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
|
Luas lahan pertanian
di desa Tumpangkrasak seluas 52,308 Ha, dan setiap
tahunnya menghasilkan produksi beras/tebu dll rata-rata
6 – 8 ton/Ha.
Adapun tanaman utama di desa Tumpangkrasak
adalah sebagai berikut :
No
|
Jenis Tanaman
|
Luas Tanaman Akhir Bulan (Ha)
|
Luas Yang Di panen (Ha)
|
Rata-Rata Produksi Kw/Ha
|
Jumlah Produksi (Kg)
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
(5)
|
(6)
|
1
|
Padi/Tebu
|
50,308
|
50
|
60
|
300.000
|
2
|
Jagung
|
1
|
1
|
70
|
7.000
|
3
|
Ketela Pohon
|
-
|
-
|
-
|
-
|
4
|
Ketela Rambat
|
-
|
-
|
-
|
-
|
5
|
Kacang Tanah
|
-
|
-
|
-
|
-
|
6
|
Kedele
|
-
|
-
|
-
|
-
|
7
|
Sayur-sayuran
|
-
|
-
|
-
|
-
|
8
|
Buah-buahan
|
1
|
0,5
|
80
|
4.000
|
Desa Tumpangkrasak.
sebagai daerah magersari, dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat, perlu
upaya penguatan ekonomi masyarakat, dengan demikian diharapkan akan menjadi
pendorong peningkatan kemampuan bertahan dalam menghadapi tantangan kondisi
ekonomi masyarakat dengan pembangunan bidang pertanian sebagai prioritas utama.
2.6.
Sosial Budaya Desa
Jumlah Kepala keluarga di desa
Tumpangkrasak pada tahun 2013 sebanyak 1.896 KK, dengan jumlah penduduk menurut
kelompok umur dan jenis kelamin sbb :
Kelompok Umur
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
0-4
|
280
|
257
|
537
|
5-9
|
297
|
239
|
536
|
10-14
|
271
|
283
|
554
|
15-19
|
228
|
227
|
455
|
20-24
|
206
|
258
|
464
|
25-29
|
221
|
251
|
472
|
30-39
|
584
|
634
|
1,218
|
40-49
|
423
|
472
|
895
|
50-59
|
338
|
373
|
711
|
60 +
|
210
|
269
|
479
|
Jumlah
|
3.058
|
3.263
|
6.321
|
Tingkat pendidikan
masyarakat Desa Tumpangkrasak sebagai berikut :
No
|
Tingkat Pendidikan
|
Jumlah Orang
|
1
|
Perguruan Tinggi
|
331 Orang
|
S3
|
0 Orang
|
|
S2
|
11 Orang
|
|
S1
|
320 Orang
|
|
2
|
Akademi
|
108 Orang
|
3
|
SMU/SMK/MAN
|
1.681 Orang
|
4
|
SLTP/MTS
|
1.042 Orang
|
5
|
SD/MI
|
1.613 Orang
|
6
|
Belum Tamat SD
|
475 Orang
|
7
|
Tidak Tamat SD
|
534 Orang
|
8
|
Tidak Sekolah
|
537 Orang
|
Dari data di atas
disimpulkan bahwa mayoritas pendidikan masyarakat desa Tumpangkrasak
adalah pendidikan menengah untuk itu perlu upaya terus menerus dan
berkesinambungan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
pendidikan dalam rangka peningkatan SDM serta peningkatan sarana dan prasarana
pendidikan yang ada di desa.
Untuk
bidang kesehatan, kita tahu bahwa kesehatan merupakan inventasi untuk mendukung
pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan
kemiskinan. Perlu upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan
peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
Mayoritas penduduk desa
Tumpangkrasak memeluk Agama Islam. Jumlah pemeluk agama di desa Tumpangkrasak sebagai
berikut.
No
|
Agama
|
Jumlah Orang
|
||
1
2
3
4
5
6
|
Islam
Kristen Katholik
Kriten Protestan
Budha
Hindu
Lain-lain
|
:
:
:
:
:
:
|
5.811
46
463
1
0
0
|
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
|
Berkaitan dengan seni
dan budaya yang ada di desa Tumpangkrasak dilakukan upaya secara
terus menerus untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama yang mengakar
dari warisan leluhur dengan harapan dapat menumbuhkan niali-nilai kepribadian
masyarakat yang bermartabat.
2.7. Prasarana dan Sarana
2.7.1. Prasarana dan
Sarana Pemerintahan Desa
a.
Balai Desa
|
:
|
ada/
|
|
b.
Kantor Desa
|
:
|
ada/
|
|
c.
Jumlah Mesin Ketik
|
:
|
2
|
buah
|
d.
Komputer/Laptop
|
:
|
5
|
buah
|
e.
Jumlah Meja
|
:
|
18
|
buah
|
f.
Jumlah Kursi
|
:
|
22
|
buah
|
g.
Jumlah Almari Arsip
|
:
|
4
|
buah
|
h.
Jumlah Balai Dusun/Sejenisnya
|
:
|
1
|
buah
|
i.
Kantor BPD
|
:
|
1
|
buah
|
j.
Kendaraan Dinas
|
:
|
3
|
buah
|
2.7.2. Prasarana
dan Sarana Perekonomian
a.
Jumlah Pasar Desa
|
:
|
1
|
buah
|
b.
Jumlah Toko/Kios Warung
|
:
|
103
|
buah
|
c.
Jumlah KUD
|
:
|
0
|
buah
|
d.
Jumlah Koperasi Simpan Pinjam
|
:
|
0
|
buah
|
e.
Badan-badan Kredit
|
:
|
2
|
buah
|
f.
Jumlah Lembaga
|
:
|
5
|
buah
|
g.
Jumlah Usaha :
|
buah
|
||
- Industri Kecil
|
:
|
4
|
buah
|
- Industri Rumah Tangga
|
:
|
38
|
buah
|
- Warung Makan
|
:
|
49
|
buah
|
- Angkutan
|
:
|
3
|
buah
|
- Lain-lain
|
:
|
78
|
buah
|
2.7.3. Prasarana dan Sarana Sosial Budaya
a.
Prasarana Pendidikan
|
|||
- SLTA/SMK
|
:
|
0
|
Unit
|
- SLTP
|
:
|
0
|
Unit
|
- SD
|
:
|
3
|
Unit
|
- TK
|
:
|
3
|
Unit
|
- TPA
|
:
|
1
|
Unit
|
- Jumlah Lembaga Pendidikan Agama
|
:
|
2
|
Unit
|
- Jumlah Perpustakaan
|
:
|
1
|
Unit
|
b.
Prasarana Peribadatan
|
|||
- Masjid
|
:
|
3
|
Unit
|
- Langgar/Surau/Mushola
|
:
|
12
|
Unit
|
- Gereja Kristen
|
:
|
0
|
Unit
|
- Gereja Katholik
|
:
|
0
|
Unit
|
- Wihara
|
:
|
0
|
Unit
|
- Pura
|
:
|
0
|
Unit
|
c.
Prasarana Kesehatan
|
|||
- Rumah Sakit
|
:
|
0
|
Unit
|
- Puskesmas
|
:
|
0
|
Unit
|
- Pustu
|
:
|
1
|
Unit
|
- Posyandu Balita dan Lansia
|
:
|
9
|
Unit
|
- Apotik/Toko Obat
|
:
|
0
|
Unit
|
d.
Prasarana Olahraga
|
|||
- Lapangan Sepak Bola
|
:
|
1
|
Buah
|
- Lapangan Bulutangkis
|
:
|
4
|
Buah
|
- Lapangan Pingpong
|
:
|
2
|
Buah
|
- Lapangan Voli
|
:
|
1
|
Buah
|
2.7.4. Prasarana dan Sarana Perhubungan dan
Transportasi
a.
Jalan Desa
|
|||
- Panjang Jalan Aspal
|
:
|
5.200
|
m
|
- Panjang Jalan Beton
|
:
|
192
|
m
|
- Panjang Jalan Paving
|
:
|
1.405
|
m
|
- Panjang Jalan Makadam
|
:
|
200
|
m
|
- Panjang Jalan Tanah
|
:
|
1.200
|
m
|
b.
Jembatan Desa
|
|||
- Jembatan Beton
|
:
|
3
|
buah
|
- Jembatan Besi
|
:
|
1
|
buah
|
- Jembatan Kayu
|
:
|
0
|
buah
|
c.
Sarana Transportasi
|
|||
- Jumlah Bus Umum
|
:
|
0
|
buah
|
- Jumlah Truck
|
:
|
3
|
buah
|
- Jumlah Angkutan Kota/Pedesaan
|
:
|
3
|
buah
|
- Jumlah Ojek
|
:
|
0
|
buah
|
- Jumlah Becak
|
:
|
3
|
buah
|
d.
Prasarana Irigasi
|
|||
-
Panjang Saluran Primer
|
:
|
2.400
|
m
|
-
Panjang Saluran Sekunder
|
:
|
300
|
m
|
- Panjang Saluran Tersier
|
:
|
755
|
m
|
- Jumlah Pintu Sadap
|
:
|
2
|
unit
|
- Jumlah Pintu Pembagi Air
|
:
|
3
|
unit
|
Prasarana
dan sarana desa yang sudah ada dilakukan upaya untuk pemeliharaan dan sekaligus
mengoptimalkan pemanfaatannya dalam menunjang perekonomian masyarakat desa.
2.8. Pemeritahan Umum
Desa Tumpangkrasak terdiri dari 3 (tiga)
Dusun, yang terdiri dari : 7 (tujuh) RW,
dan 26 (dua puluh enam) RT dengan
rincian sebagai berikut :
NO
|
DUSUN
|
RW
|
RT
|
1
|
BADONGAN
|
RW 01
|
RT 01 RW 01
|
RT 02 RW 01
|
|||
RT 03 RW 01
|
|||
RT 04 RW 01
|
|||
RW 02
|
RT 01 RW 02
|
||
RT 02 RW 02
|
|||
RT 03 RW 02
|
|||
2
|
KRAJAN
|
RW 03
|
RT 01 RW 03
|
RT 02 RW 03
|
|||
RT 03 RW 03
|
|||
RW 04
|
RT 01 RW 04
|
||
RT 02 RW 04
|
|||
RT 03 RW 04
|
|||
RW 05
|
RT 01 RW 05
|
||
RT 02 RW 05
|
|||
RT 03 RW 05
|
|||
RT 04 RW 05
|
|||
RT 05 RW 05
|
|||
3
|
KRASAK
|
RW 06
|
RT 01 RW 06
|
RT 02 RW 06
|
|||
RT 03 RW 06
|
|||
RT 04 RW 06
|
|||
RW 07
|
RT 01 RW 07
|
||
RT 02 RW 07
|
|||
RT 03 RW 07
|
|||
RT 04 RW 07
|
|||
JUMLAH
|
7
|
26 | |
Komentar
Posting Komentar